• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
67 dilihat       08 Juni 2026

Mengapa Nitrogen Jadi Asupan Utama Tanaman Jagung?

Maros, (8/6) – Pernahkah Sobat Sereal memperhatikan mengapa beberapa kebun jagung tumbuh tinggi, berdaun hijau pekat, dan menghasilkan tongkol yang besar, sementara yang lain terlihat kerdil dan menguning? Rahasianya sering kali terletak pada kedisiplinan pengelolaan asupan utama pupuk. Pemupukan berimbang dan tepat adalah kuncinya. Namun perlu diingat bahwa Nitrogen (N) adalah makanan favorit jagung.

Jagung (Zea mays) merupakan bagian dari famili Graminae (Poaceae). Bersama padi dan gandum, tanaman ini tergolong sebagai penggemar nitrogen dalam jumlah yang sangat besar (heavy user). Nitrogen bertindak sebagai bahan bakar penambah energi utama yang mengatur laju perkembangan vegetatif sekaligus penentu hasil akhir bobot panen.

Dampak Vital Nitrogen pada Jagung

Menurut pakar agronomis Amerika Serikat, Missy Bauer, jagung membutuhkan pasokan N yang masif, terutama saat memasuki lonjakan pertumbuhan vegetatif yang cepat. Kekurangan N pada fase kritis ini dapat langsung membuat tanaman kerdil, memicu daun menguning, serta menghasilkan tongkol kecil berprotein rendah.

Aplikasi nitrogen bersama dengan kalium di fase-fase akhir menentukan kualitas dan tongkol biji. Manfaatnya berguna untuk melindungi ukuran tongkol, memaksimalkan pengisian ujung tongkol (tip fill), serta menambah kedalaman biji.

Salah satu kesalahan fatal dalam budi daya jagung adalah kehabisan cadangan N sebelum tanaman matang biji yang ditandai dengan lapisan hitam (black layer). Defisit N pada akhir musim dapat memangkas potensi hasil panen secara drastis.

Strategi Pemupukan Cerdas!

Mengingat sifat nitrogen yang dinamis dan mudah hilang di lingkungan, terutama akibat pencucian atau denitrifikasi saat tanah jenuh air/hujan, para pakar agronomi sangat menyarankan metode aplikasi terpisah secara bertahap (split application).

  • Fase Awal 0-25 hst (Pupuk Dasar dan Pemupukan Pertama)
    Pada awal masa vegetatif, jagung sebenarnya menggunakan kurang dari 10% total nitrogen. Oleh sebab itu, pemupukan dasar justru difokuskan pada Fosfor (P) untuk merangsang akar, ditandai hanya dengan sedikit tambahan N. Memberikan Urea dosis tinggi di awal termasuk upaya yang sia-sia karena berisiko merusak bibit muda.
  • Fase Pertumbuhan dan Pembungaan 30–50 hst (Pemupukan Lanjutan)
    Aplikasikan dua pertiga atau sebagian besar dosis nitrogen tepat sebelum tanaman mengalami lonjakan pertumbuhan sekitar 35 hari setelah tanam.

 

Tips Pemupukan Disiplin

Sobat Sereal sebaiknya melakukan pemupukan berdasarkan kondisi riil cuaca, kelembapan, dan hasil uji tanah periodik, bukan sekadar mengikuti kebiasaan atau pengalaman tahun lalu. Sesuaikan dosis secara presisi. Seperti kombinasi NPK dan urea pada 7–10 hst, 25 hst, dan 35 hst agar setiap tanaman tumbuh dengan optimal dan bulir jagung terisi penuh.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Jurnalis: Muchammad Fatchur Rizza

 

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Bagaimana Peran Roguing dan Detasseling dalam Produksi Benih Jagung?
    20 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Poktan Harapan Baru dan BRMP Serealia Buktikan PM AAS Tumbuh Subur di Maros
    17 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Panduan Lengkap Budi Daya Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS)
    12 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Baskoro, Petani Muda asal Boyolali yang Raup Cuan dari Bertani Jagung
    11 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Pangkep Siapkan 12.000 Hektare Sawah Adopsi Pertanian Modern
    10 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Budi Daya Jagung Jagung Sereal Pedia

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved